Budidaya Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)





Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman berbentuk perdu. Tinggi pohon ini sekitar 1,5 sampai dengan 3,5 meter mempunyai buah dan daun yang lebatBuah jeruk nipis mempunyai tingkat keasaman yang cukup tinggi dengan aromanya yang sedap. Jeruk nipis mengandung vitamin B dan C sehingga baik jika dikonsumsi sebagai penambah daya tahan tubuh. Banyak sekali manfaatnya dari buah jeruk nipis antara lain bisa digunakan sebagai bahan minuman, pencuci piring, dan lalapan. Selain itu jeruk nipis bisa juga dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, obat tradisional, kosmetika, bahan parfum, minyak atsiri, kue, serta bahan pembuatan jelly.

Mengingat banyak sekali manfaat jeruk nipis, ada baiknya kita mengetahui cara budidaya jeruk nipis, agar bilamana kita berminat mengembangkannya serta menjadikannya sebagai usaha kita sudah mempunyai gambaran dalam budidaya tanaman ini. Sebenarnya dalam budidaya jeruk nipis tidak jauh beda dengan tanaman lainnya, mulai dari persiapan bibit sampai dengan panen dan pasca pane. Meskipun demikian, berikut saya paparkan cara budidaya jeruk nipis secara singkat.

Persiapan Bibit
Secara umum, perbanyakan bibit jeruk nipis bisa dillakukan secara generatif, vegetatif, atau okulasi. Pengembangbiakkan vegetatif bisa diperoleh dari cangkokan, generatif melalui biji, dan okulasi dengan menempel mata tunasnya pada batang pohon jeruk manis, jeruk sitrun, dan jeruk nipis sendiri. Bibit-bibit ini bisa anda tanam sendiri atau jika anda tidak mau repot, sekarang anda bisa membelinya di penangkar bibit yang dapat dipercaya.
Banyak penangkar bibit yang berada di tiap daerah, jadi anda hanya tinggal memilih bibit yang baik serta bebas dari hama penyakit. Selain itu anda juga bisa menyiapkannya sesuai kebutuhan, untuk usaha atau hanya untuk kebutuhan pribadi.

Pengolahan Lahan
Sama seperti tanaman lainnya, untuk budidaya jeruk nipis diperlukan pengolahan lahan. Pengolahan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah, membersihkan gulma, pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 80 x 80 x 80 cm, dengan jarak tanam 5 x 5 m. setelah lubang tanam selesai masukanlah pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar diberikan 2-3 minggu sebelum tanam agar pupuk tersebut bisa terurai terlebih dahulu.

Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman jeruk nipis tidak terlalu sulit, bahkan hamper sama dengan pemeliharaan tanaman buah pada umumnya yaitu
1.    Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu tanaman jeruk nipis. Penyiangan dapat dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan, apabila sudah banyak tumbuhan liar sebaiknya segera lakukan penyiangan agar tidak menghambat tanaman jeruk nipis.
2.    Pemupukan susulan
Pemupukan susulan berguna untuk menjaga kesuburan tanah, sehingga tanaman jeruk nipis mempunyai umur yang panjang. Pemupukan susulan dilakukan pada usia tanaman sekitar 4 tahun. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang dan pupuk TSP dengan dosis 8 kg : 0,5 kg.
3.    Pemangkasan cabang
Pemangkasan cabang bisa dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan, atau jika pertumbuhan tanaman terlalu subur bisa dilakukan lebih awal. Pemangkasan cabang dilakukan agar pertumbuhan tanaman jeruk nipis bisa maksimal. Potong cabang yang terlalu rimbun dan biarkan 3-4 tunas tumbuh. Pemangkasan cabang dapat dilakukan kembali setelah 1 tahun semenjak pemangkasan pertama dan selanjutnya.
4.    Pengendalian hama penyakit
Pengandalian hama penyakit dilakukan apabila diperlukan. Bisa dilihat dari serangan hama yang mengganggu. Bila sudah mencapai ambang batas ekonomis dapat dilakukan penyemprotan dengan bahan kimia.

Pemanenan
Pemanenan jeruk nipis dapat dilakukan pada umur 3 tahun HST. Produksi yang dihasilkan rata-rata bisa menghasilkan 20 kg bahkan lebih. Lakukan pemanen dengan cara memotong tangkai buah jeruk nipis dengan menggunakan gunting stek agar tidak merusak tanaman.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post