STERILISASI ALAT

Untuk dapat mengisolasi jasad renik, alat-alat yang dipergunakan harus dalam keadaan steril (bebas dari jasad hidup).
Sterilisasi adalah suatu cara untuk membebaskan suatu benda dari jasad hidup dan dapat dikerjakan dengan berbagai macam jalan.
1.    Dengan mempergunkan cara fisik : suhu tinggi, sinar, getaran dan lain-lain
2.    Dengan menggunakan zat-zat kimia : alcohol, formalin, sublimat dan lain-lain
3.    Dengan menggunakan cara mekanis : penyaringan (filtrasi)

Sterilisasi zat cair
a.    Penyaringan
Air dan zat cair yang lain pada umumnya dapat dibebaskan dari jasad hidup dengan cara menyaring. Cara ini tidak dapat diterapkan bagi zat cair yang mengandung, virus, mikroplasma dan beberapa macam bakteri yang sangat kecil yang dapat menembus saringan. Peenyaringan dapat dilakukan dengan memberikan tekanan pada cairan atau mengisapnya dengan pompa vakum. Saringan yang banyak dipergunakan ialah saringan chamberland, berkefeld, seita dan lain-lain.
Bila tekanan atau pengisapan yang digunakan terlalu kuat atau terlalu lama bakteri akan dapat menembus pori-pori saringan sehingga mengotori filtrat. Cairan yang mengandung kolloid atau lemak sukar atau tak dapat disaring karena akan menyumbat pori-pori saringan.
Sesudah dipergunakan, saringan harus dibersihkan. Cara pembersihan ini tergantung kepada bahan yang disaring dan alat saringannya. Pada umumnya saringan chamberland dan berkefeld dapat dibersihkan dengan menekankan air dari arah yang berlawanan dengan cairan yang disaring. Sesudah itu dicuci dengan NaOH 5% untuk menghilangkan zat-zat protein yang masih melekat dan akhirnya dibilas dengan air suling untuk membersihkan NaOH yang tertinggal.

b.    Sterilisasi dengan uap air
Air dan media biakan dapat pula disterilkan dengan menggunakan uap air. Bila uap terjadi pada tekanan satu atmosfir maka suhu yang dicapai adalah 100oC. Suhu ini akan berubah dengan berubahnya tekanan atmosfir.
Bagian vegetatif dari jasad renik sudah akan terbunuh pada suhu 100oC selama 15 menit. Tetapi dengan bertambah banyaknya zat yang disterilkan bertambah lama pula waktu yang diperlukan untuk itu. Juga spora memerlukan waktu yang lebih lama dari bagian vegetatif ini. Sterilisasi dengan menggunakan uap yang mengalir adalah tidak praktis karena memerlukan waktu yang lama yang dapat menyebabkan perubahan kimawi dari zat yang disterilkan. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan jalan memanaskan cairan dengan uap pada suhu 95o – 100oC selama 30 menit, tiga hari berturut-turut. Cara ini di sebut sterilisasi  bertahap  (inter nittent atau discontinupus sterilization) yang didasarkan kepada kenyataan  bahwa pada pemanasan  pertama bagian-bagian vegetatif dari jasad organic yang terdapat dalam  cairan itu akan terbunuh semuanya.Inkubasi cairan dalam lemari pemanas (Inkubator) selama 24 jam berikutnya,memberikan kesempatan kepadaspora-spora,terutama spora-spora bakteri ,untuk berkencambah .Dengan  pemanasan yang kedua bagian  vegetative  dan spora-spora yang berkecambah  tersebut akan terbunuh.Hal yang  sama terjadi  dengan inkubasi yang kedua ,dan pada pemanasan yang ketiga kalinya semua sel-sel vegetatif di harapkan telah mati semuanya. Cara ini memakan waktu dan dapat merusak zat-zat orgabik yang terdapat dalam cairan, sehinga jarang dipergunakan.
Yang lazim dipergunakan ialah sterilisasi dengan mempergunakan uap air didalam suatu alat yang disebut otoklaf atau sterilizer. Benda yang disterilkan dimasukkan kedalam suatu ruangan tertutup dan diberu tekanan uap air panas sebesar satu atmosfir dengan suhu 120o C. Sterilisasi dengan cara ini dapar berjalan dalam waktu yang relatif singkat. Sesudah waktu yang diperlukan untuk sterilisasi tercapai, maka tidak boleh diturunkan secara mendadak sebab dapat menyebabkan cairan menggolak (suhu masih diatas titik didih). Waktu untuk sterilisasi juga tidak boleh terlalu lama karena dapat merusakkan zat-zat yang terdapat didalamnya. Bila sterilisasi berjalan terlalu lama makan akan terjadi suatu presipitasi. Pemanasan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keasaman, sedangkan madia asam bila dipanaskan terlalulama akan merusakkan agar-agar. Mungkin akan menghilangkan kemampuan agar-agar untuk memadat.

Sterilisasi Alat – alat Gelas
a.    Sterilisasi dalam otoklaf
Sebelum di sterilkan ,alat-alat gelas harus dibersihkan dari segala kotoran yang menempel dan direndam terlebih dahulu didalam air yang mendidih ,kemudian dicuci dengan sabun atau deterjen. Sesudah dibilas dengan air dan dikeringkan dibawah sinar matahari maka alat-alat ini baru dapat disterilkan.
Gelas yang tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi yang basah (gelas pyrex) dapat disterilkan dalam otoklaf dengan cara yang sama sperti halnya sepertihalnya dengan zat cair.

b.   Sterilisasi didalam oven udara panas
Alat-alat gelas yang kering dapat pula disterilkan didalam oven. Tujuan pekerjaan ini ialah supaya gelas itu tetap kering sesudah disterilisasi dan umumnya udara panas yang kering tidak banyak mengganggu pada keadaan gelas. Cawan petri dan tabung biakan, pipet dan alat gelas yang lain juga zat kimia seperti  CaCO2 dapat disterilkan dengan cara ini. Alat-alat gelas harus dipanaskan antara 2 atau 3 jam. Alat-alat yang dibungkus dengan kertas atau sumbat dengan kapas hendaknya jangan dipanaskan melebihi 180oC karena kertas maupun kapasnya akan terbakar menjadi hangus. Sehingga lama pemanasan tergantung banyaknya alat yang disterilkan dan kerapatan penyusunan didalam oven.

c.    Sterilisasi bahan dan alat-alat yang lain
Jarum inokulasi, jarum Ose, spatula dan alat-alat lain yang dipergunakan dalam laboratorium dapat disterilkan dengan memanaskan alat-alat tersebut didalam api Bunsen sampai merah membara. Sehingga jasad renik yang melakat padanya akan terbakar habis. Setelah dipanaskan maka alat tersebut didinginkan dan diusahakan jangan sampai terjadi kontaminasi
Alat-alat suntik, sarung tangan karet, saringan dan lain-lain dapat disterilkan didalam otoklaf pada tekanan satu atmosfir selama 30 menit.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post