BUDIDAYA TANAMAN SEDAP MALAM



A.       Mengenal Tanaman Sedap Malam
Tanaman Sedap Malam merupakan kerabat dekat suku bakung-bakungan (Amarylidaceae) antara lain bunga Lili, September, bakung bunga biru

Taksonomi
Kingdom                :  Plantae ( tumbuh-tumbuhan )
Devisi                    :  Spermathophita ( tumbuhan berbiji )
Sub Devisi             :  Augiospermae ( berbiji tertutup )
Kelas                     :  Monochotiledoneae ( biji berkeping satu )
Ordo                      :  Amarylidales
Famlli                    :  Amarylidaceae
Genus                    :  Palyanthes
Species                 :  Palanthes tuberosa

Morfologi
-       Susunan tubuh terdiri dari akar, batang ( diskus), umbi (batang semu), daun, tangkai bunga dan kuntum bunga.
-       Sistem perakaran menyebar kesegala arah pada radius dan kedalaman 40 – 60 cm, akar tersebut yang keluar dari batang utama ( discus )
-       Umbi = merupakan batang semu yang berubah bentuk dan fungsinya sebagai cadangan makanan. Tiap rumpun tanaman terdiri dari satu atau beberapa umbi induk dan sekumpulan umbi anak.
-       Umbi induk biasanya  ukuran besar-besardan lapisan umbinya ( bulbus ) tidak begitu jelas, warna umbu putih.
-       Daun panjang dan pipih, warna hijau mengkilap dinagian permukaan atas dan hijau muda pada permukaan bawah. Pada pangkal daun terdapat bintik-bintik kemerahan.
-       Siklus hidup  termasuk tanaman semusim / setahun tetapi dapat tumbuh lebih satu tahun.
-       Pada fase reproduksi akan muncul tangkai bunga dari titik tumbuh yang ukurannya panjang dan beruas-ruas. Tiap tangkai melekat 5 – 12 kuntum bunga yang mekarnya tidak bersamaan. Warna mahkota putih dan ada yang kemerahan. Kesegaran bunga 5 – 10 hari. Cocok untuk bunga potong . Di Indonesia sulit berbiji.
-       Termasuk tanaman yang banyak mengandung air = sukulen (herbaceous)
-       Fase pertumbuhannya :
·      Fase Perkecambahan : 1 – 2 minggu
·      Fase vegetatif : pertumbuhan daun 3 – 5 minggu
·      Fase perkembangan daun optimum : 16 – 20 minggu
·      Fase generatif : 24 26 minggu
Bila tangkai bunga dibiarkan tumbuh alami hingga kuntum bunganya berguguran, maka pada saat bersamaan mulai terbentuk umbi anakan. Umbi ini tumbuh menjadi tanaman pada umum 36 minggu.

Syarat tumbuh
1.       Iklim : cukup lembab dengan temperatur 13 – 17 0 C, curah hujan 1900 – 2500 mm / tahun, penyinaran penuh
2.       Dataran medium : tinggi cocok / ideal 600 – 1500 m dpl, adaptasi cukup sehingga dapat ditanam di dataran rendah.
3.       Tanah :
a.         Andosol : dataran tinggi, solum 100 – 275 cm , warna hitam – kelabu – coklat tua; tekstur debu – lempung berdebu – lempung ; struktur remah; pH = 5 – 7

b.         Latosol :Solum sangat tebal 1,3 – 5 m; warna merah-coklat- kekuningan; tekstur liat; struktur remah; pH 4,5 – 6,5

c.         Regosol  :  solum tidak lebih dari 25 cm, warna kelabu – coklat – coklat kekuningan ; struktur lepas ( bitur tunggal ) ; tekstur pasil – lempung berdebu; pH asam - netral

B.       Cara Budidaya

  1. Cara Penyiapan Bibit
Penyiapan bibit
Di Indonesia sulit berbiji , perbanyakan secara vegetatif
Kebutuhan bibit : jarak tanam 20 X 20 cm, tiap lubang 1 umbi sehingga 1 hektar kurang lebih 200 ribu butir umbi
Syarat bibit :
-       Diambil dari rumpun yang berumur lebih 2 tahun
-       Tanaman induk sehat, produktif
-       Telah disimpan 1 – 1,5 bulan
Cara
-       Tentukan rumpun induk
-       Bongkar rumpun induk
-       Kumpulkan ditempat teduh
-       Bersihkan akar dari tanah yang menempel
-       Pisahkan umbi dari rumpun induk dan kelompokkan
-       Simpan umbi dalam wadah, ditarang / diletakkan ditempat yang kering selam 1 – 3 bulan
  1. Penyiapan lahan
a.         Buang rumput liar, batu-batuan
b.         Olah tanah hingga gembur sedalam 20 – 40 cm
c.         Biarkan 15 – 30 hari
d.         Buat bedengan L = 100 – 120 cm, T = 20 – 30 cm, P = tergantung keadaan dan parit antar bedengan 30 – 40 cm
e.         Tambahkan pupuk kandang = 20 – 40 on / ha
f.           Pada tanah asam lakukan pengapuran dolomit, ziagro.

  1. Penanaman
a.         Saat tanam sepanjan musim asal air tidak masalah
b.         Biasanya 7 – 8 bulan sebelum hari raya , tahun baru, dll
c.         Caranya :
-        Buat lubang dengan tugal sesuai dengan jarak tanam
-        Tanam satu biji dalam lubang, arah tunas keatas
-        Tutup lubang tanam
-        Diantara barisan dibuat alur pupuk (pupuk urea 6 kwintal) kemudian tutup tanah
-        Siram bedengan.

  1. Pemeliharaan
a.         Pengairan
-          Pada fase awal pertumbuhan 1- 2 kali sehari
-          Atur pengairan sehingga jangan becek atau kering
-          Caranya bisa leb atau pakai gembor
b.         Penyulaman
-          Dilakukan 5 – 15 hari setelah tanam
c.         Penyiangan
-          Tergantung keadaan gulma
-          Biasanya umur 3 bulan dan diulangi
-          Caranya manual / cangkul
-          Penyiangan diikuti penggemburan tanah dan pemupukan
d.         Pemupukan susulan
-          Dilakukan pada umur 6 bulan
-          Urea dan TSP masing-masing 6 kwintal/ha
-          Caranya kocoran atau dibenamkan dalam tanah
e.         Pengendalian hama penyakit
-          Hama ulat tanah ( Agrothis epsilon  Hufn )  ; Belalang = Valanga sp
-          Penyakit : layu cendawan = Fusarium sp,  busuk umbi = Botrytis sp
-          Pengendalian terpadu dengan rotasi tanaman, pengolahan tanah sempurna, perbaikan drainase, sanitasi kebun.

  1. Panen dan Pasca panen
a.         Panen
-          Saat panen
·           Tanaman telah berumur 7 – 8 bulan
·           Pada setiap tangkai telah mekar 2-3 kuntum
-          Kegunaan : bunga potong atau tabur
-          Cara panen :
·           Potong pangkal tangkai bunga
·           Pada tangkai yang bunganya telah mekar 2 – 3
·           Dipetik bunga yang mekar saja
·           Tempatkan pada wadah yang bersih dan diberi air untuk 6 potong
Panen dapat dilakukan 3 – 7 hari sekali ( sesuai kondisi ) , panen perdana kurang lebih 160 ribu tangkai ( kurang lebih 60% )

b.        Pasca Panen
1.     Pengumpulan
-       Kumpulkan hasil panen ditempat penampungan sementara dekat kebun dab teduh
-       Angkut ditempat penampungan selanjutnya
2.     Pembersihan dan pernyortiran
-       Bersihkan tangka bunga dari daun yang menempel membuang 3 – 4 helai daun terbawah
-       Sortir tangkai bunga yang rusak
-       Keadaan tidak normal
3.    Pemilahan : klasifikasikan bunga berdasarkan ukuran yang seragam
4.    Pengikatan : ikat kumpulkan tangkai bunga yang seragam dengan tali raffia, tiap ikat 10 – 100 tangkai ( tergantung permintaan pasar
5.    Pembungkusan : pembungkusan bunga dengan kertas atau plastik untuk melindungi kemulusan bungan
6.     Pengemasan / penyimpanan
-       Kemas ikatan bunga dalam keranjang dan karton yang berlubang ( ventilasi )
-       Angkut kemasan bunga potong ke pasar
-       Simpan bunga yang akan dijual dalam tempat atau dalam naungan yang bersuhu dingin ( coldstrorage / ruang AC ).

Untuk mempertahankan kesegaran menurut penelitian Lab. Fakultas Pertanian UNPAD Bandung. Masukan larutan gula ( sukrosa ) 6% pada media atau vas. Buat larutan dari 6 gram gula pasir ditambah 100 cc air, potong tangkai bunga bagian bawah miring dan masukan dalam larutan gula. Kesegaran dapat bertahan 13 – 14 hari.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post