BUDIDAYA KACANG KEDELAI




A.      Sejarah Kacang Kedelai
Kedelai (Glycine max), atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.(Wikipedia)
Kedelai merupakan tanaman semusim, berupa semak rendah, tumbuh tegak, berdaun lebat, dengan beragam morfologi. Nama botani kedelai yang dibudidayakan adalah Varietas Baluran. Tinggi tanaman berkisar 10-200 cm bercabang sedikit atau banyak. Varietas Baluran ini memiliki polong yang ukurannya kecil serta memiliki cirri kultivar berdaun lebar dapat memberikan hasil biji yang lebih tinggi karena mampu menyerap sinar matahari yang lebih banyak jika dibandingkan dengan berdaun sempit.
Tanaman kedelai mempunyai dua periode tumbuh yaitu periode  vegetatif dan reproduktif. Periode vegetatif merupakan peride tumbuh dari mulai munculnya tanaman dipermukaan tanah sampai pada terbentuknya bunga pertama dengan masa periode 4-8 minggu setelah tanam. Sedangkan periode reproduktif adalah dimulai dari fase berbunga sampai panen.

B.       Sarat Tumbuh Kacang Kedelai
Menurut Sumarno dan Hartono (1983), tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol, atau andosol. Ditambahkan oleh Morris (1983), pertumbuhan tanaman kedelai kurang baik pada tanah pasir, dan pH tanah yang baik untuk pertumbuhan kedelai adalah 6 – 6,5 dan untuk indonesia sudah dianggap baik jika pH tanah 5,5 – 6,0.
Menurut Kassan (1983), bahwa tanaman kedelai dapat tumbuh baik sampai dengan ketinggian 1500 m dpl, sedangkan tinggi tempat optimal adalah 650 m dpl. Suhu merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Suhu optimum yang dikehendaki berkisar antara 20-300 C.
Tanaman kacang kedelai memerlukan air yang cukup untuk pertumbuhan dan pembungaan. Air yang terlalu banyak akan mengakibatkan busuknya tanaman dan sebaliknya kekurangan air bisa menghambat pertumbuhan dan pembungaan. Sedangkan lama penyinaran 12 jam per hari dengan kondisi lingkungan yang baik (Jackson, IJ, 1977).
Jarak tanam pada penanaman kacang kedelai umumnya berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 15 x 40 cm, dengan menggunakan mulsa jerami guna menghambat pertumbuhan gulma. Jarak tanam kedelai tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan.
Jika lahan diolah dengan menggunakan bajak penanaman bisa langsung dilakukan mengikuti alur bajak, kedalam lubang tanam  kurang lebih 5-7 cm dan jarak antar barisan 50-60 cm. Pada tanah yang subur ditanami 3- 5 benih kacang kedelai sedangkan untuk tanah yang subur cukup 2-3 benih kacang kedelai.


C.      Langkah Pelaksanaan Budidaya Kacang Kedelai
1.    Pengolahan tanah
Pengolahan tanah untuk penanaman kedelai  dilakukan dengan dua kali pengolahan yaitu pengolahan tanah pertama dengan cara dibajak atau dicangkul sampai tanah menjadi gembur. Sedangkan pengolahan tanah kedua yaitu pembuatan bedengan atau blok dimana dibuat 2 blok perlakuan PHT dan non PHT.
2.    Penyediaan benih
Jumlah benih yang dibutuhkan dalam budidaya tergantung dari luas areal yang akan ditanami,  areal yang luas akan membutuhkan benih yang banyak begitu sebaliknya areal yang sempit membutuhkan benih yang sedikit. Benih kedelai yang  digunakan untuk usaha budidaya bisa membuat sendiri atau beli dari toko benih. Sedangkan secara umum kebutuhan benih perhektar adalah 30 – 50 kg untuk benih yang varietasnya kecil-kecil dan70 – 80 kg untuk varietas berbiji kecil.
3.    Penanaman
Cara tanam pada kacang kedelai dilakukan dengan cara ditugal 2- 3 biji perlubang tanam setelah diberikan pupuk dasar, dengan jarak tanam 15 x 40 cm.
4.    Pemeliharaan
Pemeliharaan tanam yang dilakukan meliputi ;
a.       Penyiangan
Penyiangan yang dilakukan untuk tanaman kedelai setelah berumur 3-4 minggu, atau setelah banyak tanman penggangu/gulma disekitar tanaman.
b.      Pengairan
Cara pengairan untuk kedelai bisa dilakukan dengan dileb atau dengan menggunakan gembor. Dalam penelitin ini pengairan dengan cara di leb.
c.       Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah pupuk buatan yaitu berupa Urea, TSP dan KCl, ketiga jenis pupuk ini diberikan secara bersam-sama pada waktu penanaman sebagai pupuk dasar. Sedangkan pemupukan susulan tidak dilakukan.
d.      Penyulaman
Kedelai akan tumbuh setelah 5 - 6 hari setelah tanam, sehingga penyulaman bisa dilakukan setelah tanaman berumur 7 - 10 hari setelah tanam. Bahan sulaman yang digunakan adalah benih yang sejenis.
e.       Pengendalin hama penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman kacang kedelai pada umumnya sangat banyak seperti layu bakteri, penyakit sapusetan, tikus, ulat daun dan yang lainnya. Hama penyakit yang menyerang ini tidak dikendalaikan secara kimiawi tetapi menggunakan musuh alami sebagai predator.
5.    Panen
Umur panen untuk kedelai berkisar antara 75 - 105 hari setelah tanam, tergantung dari varietas yang ditanam. Ciri-ciri kedelai siap panen polong sudah padat isinya, dan mudah rontok. Cara pemanenan bisa dilakukan dengan cara mencabut atau dengan memotong bagian batang tanaman kedelai.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post