BIAYA PEMILIKAN DAN OPERASIONAL ALAT MESIN PERTANIAN

Memiliki sebuah alat, tidak lepas dari biaya. Baik itu untuk biaya pembelian maupun untuk biaya pemeliharaan. Sama seperti kendaraan, alat pertanian apabila tidak dirawat akan cepat mengalami kerusakan. Untuk itu diperlukan biaya pemeliharaan. Apasaja biaya-biaya pemeliharaan yang diperlukan untuk alat pertanian. Berikut penjabarannya :
1.        Biaya tetap per tahun
a.         Penyusutan; berkurangnya nilai suatu benda modal karena pemakaiannya sepanjang umur pakainya karena berkurangnya kemampuan fisik benda modal tersebut dan berkurangnya fungsi benda modal. Penyusutan dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut :
Penyusutan = (P-S)/N, P=harga pembelian dalam Rp,
S = harga akhir dalam Rp,
N = umur ekonomis dalam tahun.
b.         Bunga modal; dihitung karena modal dianggap diinvestasikan di tempat lain dengan tingkat bunga tertentu. Dihitung dengan metode garis lurus : 
Bunga modal = r/100x(P+S)/2, 
r = bunga modal,
P = harga pembelian dalam Rp,
S = harga akhir dlm Rp.
c.         Pemeliharaan dan perbaikan;dianggap tetap karena kerusakannya hanya sekali dalam setahun.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan = m/100xP,
m = nilai pemeliharaan dan perbaikan.
d.        Gudang; merupakan biaya yang diperlukan untuk penyediaan tempat, penyimpanan dari benda modal.
Gudang = (h/100) x P,
h = nilai gudang.
e.         Pajak dan asuransi; dikeluarkan unutk membayar benda modal dan asuransi.
Pajak  = (i/100) x [(P+S)/2],
i = nilai pajak,
Asuransi = (t/100) x P, 
t = nilai asuransi.
2.        Biaya tidak tetap per tahun
a.         bahan bakar; yang dibutuhkan alsintan dihitung berdasarkan jumlah bahan bakar yang digunakan oleh alat tersebut.
Bahan bakar = bb x Fp x Wt,
bb = bhn bakar yg digunakan liter/jam,
Wt = jam kerja/tahun,
Fp = harga bahan bakar Rp/liter
b.         minyak pelumas; pelumas = Mp x Wt x Op,
Op = harga minyak pelumas/liter,
Mp = minyak pelumas yang digunakan liter/jam.
c.         Harga grease = 60 % dari pelumas.
d.        Operator = Wt x Ot,
Ot=upah operator/jam.
e.         Ban = (n x Tp)/Nt,
n = jumlah ban (buah)
Tp = harga/buah (Rp),
Nt = umur pakai ban (tahun). total  biaya kerja per tahun adalah jumlah dari biaya tetap dan biaya tidak tetap pertahun
Dari dua biaya tersebut anda didapatkan nilai biaya total operasional/tahun. Dari nilai ini bisa kita hitung biaya/jam atau biaya/satuan luas.
Biaya/jam = (A+B) Wt
 
Dimana :         
A = biaya tetap/tahun            
B = biaya kerja/th                   
Ka = kapasitas aktual



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post