9 JENIS TANAMAN OBAT DISEKITAR KITA


1.    DAUN PACE (Morinda citrifolia L)
a.    Klasifikasi
Divisi                        :    Spermatophyta
Sub divisi                 :    Angiospermae
Kelas                        :    Dicotyledonae
Bangsa                     :    Rubiales
Suku                         :    Rubiaceae
Marga                       :    Morinda
Jenis                         :    Morinda citrifolia L.
Nama umum             :    Mangkudu

b.   Nama Daerah
Keumudu (Aceh), Leodu (Enggano), Bakudu (Batak), Bangkudu (Batak Toba), Bangkudu (Angkola), Paramai (Mandailing) Makudu (Nias), Neteu (Mentawai), Bingkudu (Minangkabau), Mekudu (Lampung), Bengkudu (Melayu). Pace (Jawa Tengah).

c.    Khasiat
Buah dan daun Morinda citrifolia berkhasiat sebagai obat batuk dan, radang usus, daunnya berkhasiat sebagai obat masuk angin, obat amandel, obat mulas dan obat kencing manis.
Untuk obat batuk dipakai ± 100 gram buah segar Morinda citrifolia yang sudah masak, dicuci, ditumbuk sampai halus, ditambah, 1/4 gelas air matang, 1 sendok teh cuka, dan 1 gram garam, diaduk sampai rata, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak, pagi, siang, dan sore hari.

2.    MENIRAN (Phyllanthus urinaria l.)
a.    Klasifikasi
Divisi                 :           Spermatophyta
Sub divisi           :           Angiospermae
Kelas                  :           Dicotyledonae
Bangsa               :           Geraniales
Suku                  :           Euporbiaceae
Marga                :           Phyllanthus
Jenis                   :           Phyllanthus urinaria l.
Nama umum      :           Meniran.
b.   Nama Daerah
Meniran (Jawa)
c.    Khasiat
Untuk mengobati penyakit ginjal, kuning, mencret, kencing nanah, ayan, sakit perut, sakit gigi, kencing kurang lancar, demam, tetanus, darah kotor, kejang gagau, putih telur dalam kencing, kencing batu.

3.    KUMIS KUCING (Orthosiphon spicatu)
a.    Sinonim
O. aristatus (Bl.) Miq., O. gandiflorus Bold., O. gandiflorum et aristatum BL., O. longiflorum Ham., O. spiralis Merr., O. stamineus Benth., Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y.Wu, Trichostemma spiralis Lour.
b.   Klasifikasi        
Divisi                 :           Spermatophyta
Sub divisi           :           Angiospermae
Kelas                  :           Dicotyledonae
Bangsa               :           Tubiflorae
Suku                  :           Labiatae
Marga                :           Orthosipon
Jenis                   :           Orthosipon spicatus B. B. S.
Nama umum      :           Kumis kucing.
c.    Nama Daerah
Kumis kucing (Melayu).  kumis kucing (Sunda), remujung (Jawa), sesalaseyan, seongot koceng (Madura).
d.   Khasiat
Kumis kucing dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengobati berbagai penyakit seperti darah tinggi, infeksi kembung kemih dan saluran kemih, asam urat, batu ginjal dan batu kandung kemih, keputihan serta sebagai pelangsing tubuh.
Kandungan bahan aktif/kimia : senyawa sinensiten, flavon-flavon, 2 flavonol glikosida, zat samak, saponin, garam kalium, asam-asam organic, tannin, dan minyak asiri
Cara dan pelaksanaan formulasi :
1)        Darah tinggi
a)    Bahan              :    Kumis kucing kering, 10 gram, sambiloto kering 10 gram, pegagan kering 15 gram, murbey kering 10 gram, tempuyung kering 7 gram.
b)   Pemakaian       :    Bahan dicuci bersih denan air mengalir, kemudian direbus dengan menggunakan 6 gelas air hingga tersisa 3 gelas, kemudian disaring dan dimunum dalam keadaan hangat. Ramuan diminum sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.
2)        Asam urat
a)    Bahan              :    Kumis kucung kering 7 gram, tapak liman kereing 10 gram, brotowali kering 7 gram, sambiloto kering 5 gram, sidaguri kering 15 gram, kunyit 10 gram.
b)   Pemakaian       :    Bahan direbus secara bersamaan dengan menggunakan 7 gelas air hingga tersisa 3 gelas, kemudia disaring dan diminum dalam keadaan hangat. Ramuan diminum sebanyak 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore.

4.    LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis)
a.    Golongan simplesia  : Daun
b.    Nama daerah :  Lidah buaya (Indonesia)
c.    kandungan bahan aktif/kimia : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin
d.   khasiat :  Penyubur rambut, luka baker atau tersiram air panas, bisul, kencing darah, wasir, siphylis
e.    Cara dan pelaksanaan formulasi :
1)        Bisul          
·      Bahan                  daging daun buah + garam
·      Pemakaian         : daging daun lidah buaya ditambah garam secukupnya lalu ditempelkan pada bisul
2)        Luka bakar/tersiram air panas         :
Bahan                       daging daun lidah buaya secukupnya
Pemakaian              :    tempelkan daging daun ke bagian yang sakit.

5.    DAUN ASAM (Tamarindus indica L.)
a.    golongan simplesia  : Daun dan buah
b.    Nama daerah :  asem (Jawa), celangi, tangkai asem (Sunda), asam jawa (Indonesia)
c.    kandungan bahan aktif/kimia :   
·      Buah             : mengandung aseam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam su,kksinat, pectin, gla invert
·      Kulit biji        : mengandung phlobatannin
·      Biji    : mengandung albuminoid serta pati
d.   Khasiat :    dapat mengobati berbagai macam penyakit yaitu asma, batu keringdemam, sakit panas, reumatik, sakit perutmorbili, sariawan, luka baru
e.    Cara dan pelaksanaan formulasi :
Reumatik   
·      Bahan :  1 enggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa
·      Pemakaian : kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Dipakai untuk kompres bagian yang sakit.
·      sampai mendidih hinggaa tinggal 1 gelas dan disaring

6.    DAUN SIRIH (Piper betleL.)
a. golongan simplesia  : Daun
b. Nama daerah :  Suruh (Jawa), seureuh (Sunda), base (Bali), leko kowak, malo, malu (Nusa Tenggara), dontile, parigi (Sulawesi), gies, bido (Maluku), sirih, ranub, sereh, sirieh (malayu).
c.  kandungan bahan aktif/kimia :    kavikol, karvakrol, sineol, metal kavikol,  eugenol, metal eter, dan kavibetol.
d.       khasiat :    batuk, bronkhtis, mimisan, jerawat, sariawan, gusi berdarah dan keputihan.
e.      Cara dan pelaksanaan formulasi :
Jerawat            :
Bahan         :  Daun sirih segar 7 – 10 lembar
Pemakaian : Daun sirih ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan dua gelas air panas, airnya dipakai untuk mencuci muka yang berjerawat. Pengobatan dilakukan 2-3 kali sehari

7.    DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
a.    Golongan simplesia  : buah
b.    Nama daerah :  limeng (Aceh), selemeng (Gayo), asom belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias), blimbing wuluh (Jawa), bhalimbing bulu (Madura),, Blingbing buloh(Bali), calene (Bugis), malibi (Halmahera), blivit (Kalimantan).
c.    kandungan bahan aktif/kimia :   
- Batang : saponin, tannin, glucoside, kalsium oksalat, sulfur, asam format
- Daun    : tannin, sulfur, asam format, dan perokside.
d.   khasiat : dapat mengobati berbagai macam penyakit yaitu gusi berdarah, jerawat, darah tinggi.
e.    Cara dan pelaksanaan formulasi :
Jerawat  :
·      Bahan :  3 buah belimbing wuluh segar,
·      Pemakaian : cuci hingga bersih, selanjutnya buah diparutdan diberi sedikit garam. Tempelkan ramuan ini pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari.

8.    DAUN MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendra)
a.    golongan simplesia  : Daun
b.    Nama daerah :  gelam (Jawa), ghelam (Madura), calam (Dayak), baru galang (Ujungpandang), waru galang (Bugis), élan Buru), ngelak (Roti).
c.    kandungan bahan aktif/kimia :   
d.   senyawa kimia yang terdapat pada daun kayu putih adalah sineol, melaleucin, minyak atsiri yang terdiri dari terpineol, cineole, dan legnin.
e.    Khasiat :    dapat mengobati berbagai macam penyakit yaitu perut kembung, luka dan koreng.
f.     Cara dan pelaksanaan formulasi :
Perut kembung              :
·      Bahan                        :  1 sendok the minytak kayu putih dan ½ cangkir air gula batu
·      Pemakaian     : kedua bahan tersebut dioblos sampai merata. Lalu diminum sekaligus

9.    LEMPUYANG (Zingiber zerumbet)
a.    golongan simplesia  :
b.    klasifikasi
c.    Nama daerah :  lempuyang, lampuyang
d.   kandungan bahan aktif/kimia : minyak atsiri, berupa limonene dan zerumbon (zat anti kejang)
e.    khasiat : menambah nafsu makan, batuk rejam, alergi udang, kaki encok, rematik penambah darah
f.     Cara dan pelaksanaan furmalasi :
Kaki encok        :
·      Bahan:  rimpang, minyak kelapa dan abu dapur 
·      Pemakaian : rimpang lempuyang ditumbuk, dicampur dengan minyak kelapa dan abu dapaur hingga berbentuk tapal. Ramuan ini berguna untuk mengobatai bengkak-bengkak dibadan. Caranya oleskan tapal pada bagaian yang bengkak.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post