KENTANG (Solanum tuberosum L.) Part 2

KENTANG (Solanum tuberosum L.) Part 2


VARIETAS KENTANG

Tahun
Jumlah
Nama
1980
2
Cipanas, Cosima
2000
2
Atlantic M dan Merbabu-17
2002
2
Amudra dan Manohara
2004
6
Tenggo, Balsa, Repita, Krespo, Fries dan Erika
2007
2
Margahayu dan Kikondo
2009
3
Ping 06, GM05, GM08
2011
3
Andina. Kastanum, Vernei

1.        Varietas Cipanas
·      Umur:95-105 hari
·      Hasil 13-34 ton/ha dan rata-rata potensinya 24,9 ton/ha.
·      Tinggi batang 50-56 cm, berwarna hijau tua, memiliki penampang berbentuk segi lima dan bersayap lurus.
·      Daunnya berbentuk oval, berwarna hijau tua dengan urat utama hijau muda dan permukaan daun berbulu.
·      Jumlah tandan bunga 3-7 buah, putiknya putih dan benang sari berwarna kuning.
·      Umbi berkulit putih, mata umbi dangkal dan permukaannya rata. Daging umbi berwarna kuning dan kualitasnya sangat baik.
·      Tahan terhadap penyakit busuk daun Pytophthora infestans, tapi agak peka terhadap nematoda Melodogyne sp layu bakteri Pseudomonas solanacearum.

KENTANG (Solanum tuberosum L.) Part 1

KENTANG (Solanum tuberosum L.) Part 1


PERSIAPAN BENIH KENTANG

1.    Kentang merupakan salah satu pangan utama dunia setelah padi, gandum, dan jagung.
2.    Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu komoditas sayuran hortikultura yang menjadi andalan para petani di Indonesia, karena selain bernilai ekonomi tinggi dan stabil, juga sebagai sumber karbohidrat yang cukup tinggi, dan dapat dikonsumsi  sebagai pengganti makanan pokok beras dan jagung, dalam usaha meningkatkan diversifikasi makanan pokok.
3.    Namun dalam usaha meningkatkan produktivitasnya yang menjadi kendala utama bagi para petani kentang adalah ketersediaan benih yang berkualitas masih terbatas di pasaran produsen benih (penangkar benih) sehingga sangat mempengaruhi pengembangan dalam budidayanya. (Wattimena, 2000)
4.    Perbanyakan benih kentang dapat dilakukan dengan  cara:
a.     Generatif (benih dan biji)
b.     Vegetatif (setek mikro, setek mini, umbi mikro dan umbi mini)
5.    Teknologi perbanyakan benih kentang:
a.     Kultur Jaringan
b.     Setek Pucuk
c.     Aeroponik

Sumber : BBPP Lembang
TUNGRO

TUNGRO


Tulisan ini hanya merepost tulisan dari sumbernya, yaitu Balitbang Tanaman Padi. Dan meskipun demikian mungkin tulisan ini dapat membantu atau menambah pengetahuan pembaca semuanya.

1.        Biologi dan Ekologi
Infeksi virus tungro menyebabkan tanaman kerdil, daun muda berwarna kuning dari ujung daun, daun yang kuning nampak sedikit melintir dan jumlah anakan lebih sedikit dari tanaman sehat.  Secara umum hamparan tanaman padi terlihat berwarna kuning dan tinggi tanaman tidak merata, terlihat spot-spot tanaman kerdil.
Penyakit tungro disebabkan oleh dua jenis virus yaitu virus bentuk batang (RTBV: rice tungro bacilliform virus) dan bentuk bulat (RTSV : rice tungro sperical virus)  yang hanya dapat ditularkan oleh wereng, terutama yang paling efisien adalah spesies wereng hijau Nephotettix virescens Distant.  Wereng hijau dapat mengambil kedua virus tersebut dari singgang, bibit voluntir (ceceran gabah saat panen yang tumbuh), teki, dan eceng.
Kehilangan hasil akan tinggi bahkan bisa tidak menghasilkan sama sekali bila kedua virus menginfeksi tanaman peka dan terjadi pada saat awal fase vegetatif tanaman.  Kehilangan hasil terjadi karena jumlah anakan sedikit dan terganggunya fotosintesa akibat daun berwarna kuning klorofilnya kurang sehingga pengisian gabah tidah sempurna. Virus bulat dari segi penyebaran tungro sangat penting karena virus batang hanya dapat disebarkan oleh wereng hijau apabila wereng hijau telah memperoleh virus bulat. Virus bulat biasanya ditemukan menginfeksi terlebih dahulu pada tanaman maupun pada wereng hijau.
Penggolongan Hama Berdasarkan Tipe Mulut dan Cara Meruksaknya

Penggolongan Hama Berdasarkan Tipe Mulut dan Cara Meruksaknya

Berdasarkan cara menyerang tanaman serangga mempunyai cara berbeda-beda antara jenis satu dengan yang lain tergantung tipe alat mulutnya. Dan dari tipe mulutnya dibedakan menjadi 3 tipe diantaranya :

1. menggigit dan mengunyah (mandibulate)
2. menghisap/ menjilat (labellate)
3. menusuk dan menghisap (haustelate)

selain dar tipe mulutnya hama tanaman dibedakan berdasar cara merusak dan gejala kerusakannya, hama dikelompokkan :

1. Hama pemakan : tipe mulut mandibulate, bagian dimakan daun, batang akar.
2. Hama penyebab puru (bengkak) : hama merusak dalam jaringan tanaman melalui jaringan muda. Puru terbentuk karena adanya skresi dari hama tersebut.
3. Penggerek : merusak dengan jalan mengebor bagian tanman dan hidup dalam bagian yang digerek.
4. Hama penusuk penghisap : biasanya tipe mulutnya penusuk penghisap, hama manusuk lapisan epidermis dan menghisap cairan tanaman, sehingga bekas tusukan timbul bercak-berca. Golongan ini juga berfungsi sebagai fektor penyakit.
5. hama pengorok : memakan daging daun dengan meninggalkan epidermisnya saja sehingga daun akan tampak transparan.
6. hama penggulung : merusak dengan jalan menggulung bagian daun kemudian memakan dari dalam gulungan.
Ordo Serangga

Ordo Serangga

Beberapa contoh Ordo serangga yang berperan sebagai hama tanaman diantaranya adalah :

1. Ordo Orthoptera (bangsa belalang) = valanga nigricornis, sexava nubile
2. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) = Leptokoriza lugens, aphis craccivora
3. Ordo Homoptera ( bangsa wereng) = Nilaparvata lugens
4. Ordo Coleoptera (bangsa kumbang) = Phaidonia inclusa
5. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu-kupu) = tryporiza innotata
6. Ordo Diptera (bangsa lalat0 = Liriomiza hauidobrensis
7. Ordo Thysanoptera (bangsa trips) = trips tabaci
Pengamatan Hama Tanaman

Pengamatan Hama Tanaman

Pengamatan hama tanaman adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang :

1. Adanya hama tanaman
2. Jenis hama yang bersangkutan
3. Tingkat kerusakan yang di akibatkannya, yang dinyatakan dalam intensitas serangan hama.
4. Luas daerah serangan
5. Kapadatan populasi hama.

Pengamatan yang lebih penting adalah untuk mendeteksi dan memantau perkembangan populasi organisme pengganggu tanaman dan kerusakan yang diakibatkan pada tanaman serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Serba serbi Pertanian

Serba serbi Pertanian

Pembangunan pertanian menuju swasembada beras sangatlah sulit. Apalagi, lahan sawah pada saat ini beralih fungsi. Dulu lahan sawah penuh penuh dengan hamparan padi, tapi kini lahan sawah penuh dengan hamparan rumah.

Cukup memprihatinkan memang. Tapi, inilah kenyataan yang harus dihadapi para petani maupun pemerintah. Dan sepertinya swasembada beras nasional di tahun 2020 sulit dicapai.